Oleh: athlasgeodesi | 9 September 2012

SYARI’AH DAN AKHLAK

DEFINISI HUKUM ISLAM

– Hukum Islam : Syari’ah : Islamic Law : syara’, syar’i
– Berasal dari kata ﺸﺮع – ﻴﺸﺮع – ﺸﺮﻴﻌﺔ = air yang mengalir
– Adalah : Tatanan Perundang-undangan yang mengatur pola hubungan antara manusia dengan Allah (Hablumminallah), dan manusia dengan sesama manusia (hablumminannas) yang ditetapkan oleh Allah melalui wahyuNya (Al-Qur’an dan Al-Hadist sebagai aturan pokok dan Ijtihad sebagai aturan tambahan).
– Syari’at Islam berasal dari Allah sehingga mutlak benar.
DASAR HUKUM ISLAM
•Al-Qur’an : wahyu Allah yang disampaikan kepada Nabi dan Rosul melalui malaikat Jibril yang dimulai surat Al-Fatikhah dan diakhiri surat An-Nas, terdiri dari 30 juz dan 114 surat untuk mengatur kehidupan manusia agar selamat di dunia dan akhirat
•Al-Hadist : Segala perkataan, perbuatan, dan sikap Nabi yang telah ditetapkan, digunakan sebagai petunjuk (hujjah) manusia dalam kehidupan sehari-hari.
FUNGSI AL-HADIST Terhadap AL-QUR’AN
•Menetapkan hukum yang terdapat dlm AQ, contoh; perintah shalat, zakat, puasa, haji
•Menafsiri dan merinci hukum AQ, contoh; bilangan raka’at shalat, ukuran zakat, tata cara haji, jual-beli
•Menetapkan dan membentuk hukum yang tidk terdapat dalam AQ, contoh; pengharaman hewan bertaring, memakai kain sutra dan hiasan emas bagi laki-laki
• Menghkhususkan hukum yang terdapat dlm AQ, contoh; kewajiban shalat jum’at bagi laki-laki, penghalalan bangkai hewan laut.
IJTIHAD
– Adalah penggalian dan penetapan hukum Islam yang dilakukan  oleh para ulama tentang suatu masalah yang tidak dijelaskan secara terperinci di dalam Nash
—> Metodenya :
— Ijma’ : kesepakatan para ulama dalam menetapkan HI, contoh; pengucapan hari natal,
— Qiyas : Penetapan HI ttg masalah yg belum terdapat dlm nash dgn masalah yg sdh terdapt dlm nash karena persamaan (illah), contoh; minuman keras (narkoba)
— Urf, Istihsan, Istishlah.
SYARI’AH DAN QONUN
– Persamaan : hukum yang mengatur manusia agar tertib dan damai
– Perbedaan :  – Syaria’h : berasal dari Allah, Universal, kekal, mutlak benar
                            – Qonun : Berasal dari manusia, lokal, selalu berubah, relatif
– Contoh Qonun; UU, Hukum Adat
DALIL HUKUM ISLAM
Firman Allah surat Al-Maidah ayat 60:
Artinya :  “Apa yang telah kami ceritakan itu), Itulah yang benar, yang datang dari Tuhanmu, karena itu janganlah kamu termasuk orang-orang yang ragu-ragu”.
–> Fiqh      : Pengetahuan syari’ah secara terperinci.
       Contoh : Fiqh Ibadah, Fiqh Muamalah, Fiqh Munakahat, Fiqh mawarist, Fiqh Jinayah, Fiqh Siasah, Fiqh Mal, Fiqh Buyu’, dan lain-lain.
Tujuan Hukum Islam
Menurut Abu Ishaq al-Satibi :
– Memelihara agama, jiwa, akal, keturunan dan harta.
– Mencegah kerusakan/ kemadharatan, membentuk kemashlahatan/ kebaikan, mengarahkan kebenaran, mencapai kebahagiaan, mengarahkan sesuatu yang berguna.
Ruang lingkup syaria’ah adalah sebagai berikut :
– Ibadah Mahdhah (Hablumminallah) adalah ibadah yang diutamakan, seperti; shalat, zakat, puasa ramadhan, haji.
– Ibadah Ghairu Mahdhah (hablumminannas), ibadah yang dianjurkan, seperti; berbuat baik dengan sesama manusia, amar ma’ruf nahi mungkar, menjaga kehormatan diri, berlomba dalam kebaikan.
DALIL PELAKSANAAN HUKUM ISLAM
Al-Qur’an surat ayat 97 berbunyi :
Artinya : ”Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan Sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan”.
         Ditekankan dalam ayat Ini bahwa laki-laki dan perempuan dalam Islam mendapat pahala yang sama dan bahwa amal saleh harus disertai iman.
BID’AH
– Adalah sikap atau perbuatan yang menambah atau mengurangi ajaran Islam.
– Bid’ah ada 2 yakni :
–> Bid’ah khasanah bid’ah yang diperbolehkan, dalam urusan  (hablumminannas).
–> Bid’ah dhalalah adalah bid’ah yang tidak diperboleh, dalam urusan (Hablumminallah).
Karakteristik Hukum Islam 
– Berlaku universal, untuk seluruh manusia
– Tidak memberatkan, dalam surat al-Baqarah ayat 286 :
Artinya : ”Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya”.
– Tidak mempersempit, sedikit memberikan beban
Artinya : ”Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menanyakan (kepada Nabimu) hal-hal yang jika diterangkan kepadamu akan menyusahkan kamu dan jika kamu menanyakan di waktu Al Quran itu diturunkan, niscaya akan diterangkan kepadamu, Allah memaafkan (kamu) tentang hal-hal itu. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyantun”.
– Diturunkan secara berangsur-angsur.
– Membawa kemashlahan, menolak kemadhorotan.
AKHLAQ
Berasal dari bahasa Arab ﺍﻠﺨﻠﻖ- ﺨﻠﻖ
– Artinya budi pekerti, perangai, tingkah laku, tabiat
– Akhlaq menurut istilah adalah sikap yang melahirkan perbuatan baik/buruk
– Menurut Al- Ghazali, akhlaq adalah perbuatan yang dilakukan secara terus-menerus dan menjadi kebiasaan, sehingga menimbulkan perbuatan baru tanpa difikirkan terlebih dahulu (spontanitas).
FAKTOR PEMBENTUK AKHLAK
1. Keagaman
2. Lingkungan
3. Kebiasaan Pendidikan keluarga
4. Pendidikan

5. Kecerdasan

KARAKTERISTIK AKHLAQ
– Yang menetapkan Allah
– Berdasarkan wahyu Allah
– Kekal
– Universal
– Mutlak benar
E T I K A  DAN M O R A L
Persamaan : Sebuah tatanan perilaku berdasarkan pandangan masyarakat
Atau ilmu pengetahuan yg mempelajari ttg perbuatan baik/buruk
Perbedaan :
– Moral : Ide-ide umum yang diterima masyarakat, mana yang baik dan wajar/Perilaku yang sesuai dengan ukuran tindakan social atau lingkungan      tertentu/ Semangat juang atau tindakan yang bertanggungjawab.
– Etika  : Ilmu asas moral, faktor pembentuk moral, perilaku tertentu
Misal  : Etika berbusana, etika bertamu, etika bicara.
ETIKA ISLAM
Adalah perilaku tertentu berdasarkan ajaran Islam.
Karakteristik Etika Islam :
•Mengajarkan dan menuntun manusia untuk bertingkah laku baik
•Ukuran tingkah laku baik atau buruk berdasarkan ajaran Islam
•Bersifat universal komprehenship
•Mengatur dan mengarahkan fitrah manusia ke jenjang akhlaq yang luhur.
Muslim yang beretika Islam 
•Melaksanakan kewajiban secara keseluruhan
•Melaksanakan amalan yag lebih utama
•Latihan spiritual, misal; dzikr, do’a, puasa
•Sering beramar ma;ruf nahi mungkar
•Ikhlas
**Penilaian perbuatan baik-buruk dalam konsep etika ada beberapa aliran :
•Hedonisme ; perbuatan baik apabila membahagiakan, buruk apabila menyedihkan.
•Pragmatisme ; perbuatan buruk apabila berguna/berfaedah, buruk apabila tidak berguna/ berfaedah.
•Sosialisme ; perbuatan baik-buruk tergantung dari penilaian masyarakat
•Ekonomisme ; perbuatan baik apabila menguntungkan, jelek apabila merugikan
•Religiusisme ; perbuatan baik-buruk apabila sesuai dengan ajaran agama.
**Cara merubah akhlak tercela menjadi baik :
•Niat, kuatkan maksud
•Mengerjakan dengan penuh kesadaran dan keikhlasan
•Dimulai dengan bertahab apabila secara frontal tidak bisa
•Hindari peluang untuk mengulang perbuatan tercela
•Yakini bahwa akglaq terpuji dapat membawa kebaikan di dunia dan akhirat
•Malu kepada Allah, bukan kepada manusia.

Komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori