Oleh: athlasgeodesi | 9 September 2012

KOMUNIKASI DALAM PERSPEKTIF ISLAM

ISLAM DAN KOMUNIKASI

     Dalam dunia komunikasi umat Islam diharapkan mampu berkompetisi sehingga pengendalian informasi komunikasi dapat diarahkan untuk meningkatkan hubungan baik antar manusia (hablumminallah) dan antara manusia dengan Allah (hablumminannas). Dengan kata lain umat Islam sangat dianjurkan dapat menguasai teknologi informasi untuk memberikan sentuhan moral (akhlak), supaya tidak menjadi korban dari dampak negatif perkembangan teknologi komunikasi.
KONTRIBUSI ISLAM TERHADAP KOMUNIKASI 
– Adalah sebagai pemadu dan pemandu terhadap perkembangan teknologi komunikasi.
– Pemadu artinya konsep ajaran Islam dapat digunakan sebagai alat untuk memadukan ilmu komunikasi. Misalnya; komunikasi yang artinya menyampaikan pesan dalam ajaran Islam disebut ilmu dakwah.
– Pemandu artinya ajaran Islam digunakan sebagai alat kontrolling terhadap perkembangan komunikasi supaya tidak menyebabkan manusia mengalamai dehumanisasi, krisis moral, hilang nilai-nilai kemanusiaan dan sebagainya.
KOMUNIKASI DALAM AJARAN ISLAM
Harus mengandung akhlak atau moral yang jelas, yaitu :

1.   Kejujuran/ obyektif berdasarkan data atau fakta (fairness), tidak memutarbalikkan fakta, bisa teruji kebenarannya dan yang menyampaikan adalah orang terpercaya atau dapat diakui integritas dan kredibilitasnya.

2.   Adil, tidak memihak. Maksudnya tulisan harus disajikan melalui berbagai sumber yang mempunyai kepentingan, penilaian atau sudut pandang terhadap suatu kasus berdasarkan prinsip berimbang

3.   Ketika berkomunikasi, wajib mempertimbangkan unsur kewajaran atau kepatutan untuk menjaga keselamatan dan keamanan Negara serta tidak menyinggung perasaan umat beragama, suku, ras, tradisi dan golongan tertentu.

4.  Ketika berkomunikasi informasi yang  dihasilkan harus akurat, maksudnya sudah diteliti dengan cermat dan seksama supaya tidak menyesatkan pembaca atau pendengar.

5.    Dapat dipertanggungjawabkan,Komunikasi seringkali digunakan sebagai alat untuk mengubah keadaan atau menyelesaikan masalah. berita yang disampaikan harus dijamin kebenarannya.

6.    Berita harus akurat. surat al-Hujurat ayat 6 berbunyi :
Artinya : “Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, Maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu”.

Betapa bahayanya informasi yang disajikan tanpa dasar-dasar kebenaran yang bertujuan menyesatkan publik, walaupun secara materi mereka untung tapi konsumen menjadi buntung artinya hilangnya sifat kebaikan walaupun secara perlahan. Al-Qur’an surat Luqman ayat 6 berbunyi :

Artinya : “Dan di antara manusia (ada) orang yang mempergunakan perkataan yang tidak berguna untuk menyesatkan (manusia) dari jalan Allah tanpa pengetahuan dan menjadikan jalan Allah itu olok-olokan. mereka itu akan memperoleh azab yang menghinakan”.

Komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori