Oleh: athlasgeodesi | 9 September 2012

ISLAM DAN PSIKOLOGI

DEFINISI

         Psikologi, berasal dari kata phyche berarti jiwa atau rohani dan logos berarti sains atau ilmu pengetahuan. Psikologi artinya ilmu pengetahuan mengenai jiwa manusia khususnya tentang gejala-gejala kejiwaan termasuk kondisi proses dan fungsinya. Psikologi merupakan disiplin ilmu yang mempunyai sasaran telaah tentang perilaku manusia dengan menggunakan metode pendekatan dan teknik penerapan secara sistematis dan terarah.
Penerapan Psikologi dalam Agama
          Penerapan psikologi dalam agama akan lebih selamat apabila menyertakan karakteristik agama, karena psikologi tidak membicarakan tentang kebenaran dan kesalahan tetapi lebih tertuju pada persoalan mempengaruhi keyakinan dan praktek masyarakat religius. Seperti aliran psikologi humanistis dan transpersonal yang digunakan sebagai alat untuk membahas persoalan agama, contoh; tobat, dzikir, shalat yang berfungsi sebagai alat untuk menentramkan jiwa.
Fungsi Agama
—-> Menurut Zakiyah Darajat :
1.Dapat memberikan bimbingan hidup
2.Menolong menghadapi kesukaran hidup
3.Menentramkan batin.
4.Tenang hidupnya, sehat rohaninya dan mempunyai harapan-harapan untuk hidup bahagia, sejahtera dan selamat di dunia dan di akhirat.
5.Dapat memuaskan jiwa, meredakan konflik batin, mengurangi perasaan dosa dan kecewa.
Empat Aliran dalam Psikologi
        Psikologi merupakan ilmu yang menyoroti manusia dari sudut pandang yang berlainan (model of man), sehingga memunculkan empat aliran besar dalam psikologi, yakni:
–Aliran Psikoanalisis (Psychoanalysis)
–Aliran Perilaku (Behavior Psychology)
–Aliran Humanistik (Humanistic Psychology)
–Aliran Transpersonal (Transpersonal Psychology)
Aliran Psikoanalisis
        Didirikan Sigmund Freud (1856-1931). Aliran ini berpendapat bahwa kepribadian manusia terdiri dari tiga sistem, yaitu; Id (dorongan biologis), Ego (kesadaran akan realitas kehidupan) dan superego (kesadaran normatif). Konsep aliran ini memandang bahwa manusia sangat dipengaruhi oleh insting tak sadar dan dorongan nafsu rendah, sehingga ia bersifat; buruk, liar, kejam, kelam, non etis, egois, sarat nafsu dan berkiblat pada kenikmatan jasmani. Dengan demikian ajaran shalat, zakat, puasa bagi muslim bertentangan dengan konsep Freud.
Aliran Perilaku
– Aliran perilaku (behaviour phsychology) berpendapat bahwa upaya rekayasa dan kondisi lingkungan luar adalah hal yang paling mempengaruhi dan menentukan perilaku manusia.  Prinsip pandangan aliran ini adalah :
– Manusia itu pasif tak berinisiatif  dan banyak ditentukan oleh kekuatan mekanistis di luar sadarnya.
– Manusia itu mumpunyai kecenderungan untuk mencari enaknya sendiri dan tak mungkin bertindak tanpa pamrih.
– Permasalahan manusia dapat dipecahkan secara lewat rekayasa dan manipulasi.
Aliran Psikologi Humanistik
•Aliran psikologi humanistik berasumsi bahwa manusia lebih banyak memiliki potensi baik daripada buruk. Aliran ini hanya menelaah kualitas insani manusia. Misalnya; kemampuan abstraksi, daya analisis dan sintesis, imajinasi, kreatifitas, kebebasan berkehendak, aktualisasi diri, tanggung jawab dan sebagainya.
•Aliran ini memberikan julukan manusia sebagai The Self Determining Being, artinya manusia yang mampu menentukan tujuan-tujuan yang paling diinginkan sekaligus cara-cara mencapai tujuan itu yang dianggapnya paling tepat.
Aliran Psikologi Transpersonal 
       Perjumpaan antara agama Islam dengan psikologi dalam memandang manusia terdapat kesamaan (similarisasi) pada gambaran karakteriologis, kesejalanan (paralelisasi) pada asas-asas dan kualitas insani, pelengkapan (komplementasi) dalam determian kepribadian serta saling menyangkal (falsifasi) dalam orientasi filosofis. Dari pembahasan di atas menjadikan jarak antara psikologi dengan Islam menjadi lebih akrab dan saling mampu mendukung. Agama Islam yang berdasarkan Al-Qur’an dan Al-Hadist sarat dengan asas-asas psikologi dan psikologi sebagai ilmu pengetahuan telaahnya banyak yang mendukung kebenaran agama.
Empat model Studi Islam dengan pendekatan psikologis 
1. Psikologi dipakai sebagai pisau analisis untuk menjelaskan Islam atau masalah-masalah umat Islam. Contoh; hukum pidana Islam termasuk hukum yang menyediakan resiko hukuman berat, sehingga terbukti efektif menekan angka kriminalitas.
2. Islam dipakai sebagai pisau analisis untuk menilai konsep-konsep psikologi. Kajiannya berangkat dari kesadaran bahwa Islam merupakan sumber pedoman, pandangan, dan tata nilai kehidupan manusia.
3. Model pendekatan psikologis dengan jalan membandingkan antara konsep ajaran Islam dengan konsep psikologi. Membandingkan antara toeri Freud dari psikologi dan konsep Al-Ghazali dari ajaran Islam. Freud membagi struktur kepribadian manusia tiga yakni Id, Ego dan Superego, sementara Al-Ghazali membaginya menjadi tiga yakni nafsu amarah, nafsu lawwamah dan nafsu muthmainnah. Oleh Dawam konsep Id dibandingkan dengan nafsu amarah, ego-nafsu lawwamah dan superego-nafsu muthmainnah.

4. Model pendekatan psikologis dengan membangun konsep psikologi Islam, artinya corak psikologi yang dilandasi oleh filsafat manusia menurut   Al-Qur’an. Misalnya; kajian yang berupaya merumuskan konsep manusia menurut Islam, seperti; fitrah manusia, insan kamil, protagonisme dan antagonisme manusia, konsep ruh, nafs, aqal dan sebagainya.


Komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori